Sosialisasi OSN

Sosialisasi Olimpiade Sains Nasional untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Untuk informasi dan jadwal, silahkan klik disini.

Web Disdik Kota Bandung

Website Resmi Dinas Pendidikan Kota Bandung. Informasi tentang Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

E-Learning

E-Learning, klik di sini untuk masuk ke bagian e-learning, tentang segala materi di bidang TIK. Dibuat dengan menggunakan Moodle. Bagi siswa yang ingin mencoba ujian online, bisa masuk disini. Dan bagi siapapun yang membutuhkan materi silahkan ambil disini.

Forum Komunikasi

Forum Komunikasi Guru dan Siswa. Untuk berpartisipasi atau sekedar melihat, silahkan klik disini.

Kata Mutiara Hari Ini:

The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.

William Arthur Ward

Artikel Terkini:

TIK sebagai Bagian Budaya Para Pendidik

January 25, 2010 Artikel No Comments

Yogyakarta, Rabu (9 Desember 2009) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah memasukkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam salah satu program prioritasnya. TIK dianggap memiliki peran besar dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. TIK memungkinkan terjadinya proses belajar efektif, menyediakan akses pendidikan untuk semua, memfasilitasi terjadinya proses belajar kapan saja dan di mana saja.

Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika mengatakan, pemanfaatan TIK hendaknya tidak hanya berkutat pada penyediaan perangkat keras saja. Menurut dia, TIK hendaknya diletakkan sebagai aspek kultur dan budaya para pendidik. “Tantangan terbesar kita bukan pada perangkat keras dan jaringan, tetapi bagaimana budaya TIK menjadi bagian dari para guru kita dalam memberikan proses-proses pembelajaran di kelas – kelas,” katanya saat mewakili Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) pada pembukaan International Symposium On Open, Distance, and E-Learning (ISODEL) 2009 di Hotel Sheraton, Yogyakarta, Rabu (9/12/2009).

Membacakan sambutan tertulis Mendiknas, Dodi menyampaikan, pemanfaatan TIK untuk pendidikan terjadi melalui empat tahapan yaitu konektivitas, transaksi, kolaborasi, dan transformasi. Pemerintah, kata dia, telah dan akan terus memfasilitasi terjadinya konektivitas, salah satunya melalui Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas). Dia menyebutkan, saat ini Jardiknas telah menghubungkan 25.382 titik yang terdiri atas lebih dari 18.080 sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dan 363 perguruan tinggi, 939 kantor dinas pendidikan di tanah air, serta 6.000 guru. “Ke depan jumlah ini masih akan bertambah,” katanya.

Sementara, lanjut Dodi, pada tahap transaksi, pemanfaatan TIK akan memberikan akses dan kemudahan terjadinya pertukaran dan kesempatan berbagi pengetahuan antar berbagai pihak dalam komunitas pendidikan. Kolaborasi merupakan tahapan berikutnya dalam pemanfaatan TIK untuk pendidikan. “Pemanfaatan TIK dalam pendidikan tidak pernah luput dari jaringan kerja sama yang kuat dalam bentuk jejaring atau konsorsium pendidikan yang melibatkan berbagai pihak dan sektor,” katanya.

Adapun pada tahap transformasi, Dodi menjelaskan, TIK merupakan pengungkit dari proses transformasi pendidikan menuju pendidikan modern. “TIK membawa beragam perubahan dalam tradisi dan budaya pendidikan yang harus dicermati dengan bijak oleh berbagai pihak yang terlibat,” katanya.

Dodi mengatakan, dengan TIK, perguruan tinggi diharapkan dapat bertransformasi menjadi perguruan tinggi kelas dunia, dan sekolah-sekolah menjadi sekolah berstandar internasional yang memiliki daya saing dalam percaturan pendidikan tingkat global. “Keberhasilan proses transformasi budaya pendidikan di tanah air akan tercapai jika TIK tidak ditempatkan sebagai teknologi yang kosong. Untuk itu, diperlukan konten yang mengisi teknologi tersebut, serta sumber daya manusia terutama guru yang terampil memanfaatkan teknologi secara tepat, sehingga peningkatan kualitas pembelajaran dapat dicapai,” katanya.

Dodi menambahkan, sejak tahun 2008 Depdiknas telah berkolaborasi dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dalam menyediakan konektivitas untuk sekolah melalui Program Desa Berdering. Sinergi antara program desa berdering dan Jardiknas saling melengkapi. “Program Desa Berdering memperkuat dengan telepon, kami memperkuat sekolah dengan jaringan internetnya, sehingga guru – guru, siswa – siswa, dapat belajar dari internet dibackup oleh Jardiknas. Mudah – mudahan makin sempit desa – desa yang tidak dapat diakses oleh jaringan telekomunikasi. Ini sangat penting, bukan hanya di pendidikan, tetapi berbagai aspek kehidupan seperti hubungan individu, perdagangan transaksi, dan sosial,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan usai acara, Dodi mengatakan, pelaksanaan program TIK yang tertuang pada rencana strategis (Renstra) Depdiknas 2004 – 2009 ini didanai murni dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Di sisi lain, pemerintah terbuka dalam menjalin kerja sama dengan pihak manapun. “Kami tidak sama sekali mengandalkan bantuan luar negeri. Adapun dalam kerja sama kami welcome,” ujarnya.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas Lilik Gani menyampaikan, terkait Program 100 Hari Depdiknas untuk menyediakan konektivitas TIK bagi 17.500 sekolah, per 8 Desember 2009 telah terhubung 17.324 titik. Dia merinci, sebanyak 8.307 jenjang SD, 5.284 SMP, 1.586 MI, dan 2.147 MTs. “Jadi sudah 98,99 persen,” katanya.

Lebih lanjut Lilik menyebutkan, jika digabung dengan sebanyak 7.222 titik di jenjang SMA/MA/SMK total yang terkoneksi sebanyak 24.546 titik. “Program 100 Hari hanya untuk SD dan SMP sederajat,” ujarnya.***

Sumber: Pers Depdiknas

Profesi Guru TIK dan Pengembangan TIK di Dunia Pendidikan

January 25, 2010 Artikel 7 Comments

Memasuki abad ke-21, bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa material mikroelektronika. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan tersebut. Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan, dipraktikkan dan dikuasai peserta didik sedini mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan global yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Hasil-hasil teknologi informasi dan komunikasi banyak membantu manusia untuk dapat belajar secara cepat. “Dengan demikian selain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja” hal tersebut disampaikan oleh Firman Oktora, sebagai narasumber pada kegiatan Kuliah Umum “Profesi Guru TIK dan Peranannya dalam Pengembangan TIK di Dunia Pendidikan” di Audiotorium FPMIPA UPI Bandung, Rabu 2 Desember 2009.

Materi TIK di tingkat sekolah seyogyanya tidak memaksakan untuk mencetak siswa menjadi seorang yang berprofesi bidang TIK, karena memang di tingkat sekolah bidang minat siswa masih heterogen, oleh karena itu sebagai mata pelajaran wajib, Materi TIK lebih ke arah melatih siswa untuk Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Tapi kalau pun ada siswa yang bidang minat dan kemampuannya dibidang TIK, maka bisa diakomodasi oleh program Pengembangan Diri, yaitu melalui Ekstrakurikuler atau Klub Siswa IT yang juga tetap di bimbing oleh Guru TIK itu sendiri, ungkap Firman Oktora yang juga Ketua Asosiasi Guru Mata Pelajaran (AGMP) TIK Jawa Barat.

Sementara ini realita yang terjadi banyak guru teknologi informasi dan komunikasi yang diisi oleh guru mata pelajaran lain (mismatch) dan atau oleh praktisi teknologi informasi dan komunikasi yang belum dibekali ilmu kependidikan. Mengenai penetapan persyaratan kualifikasi akademis untuk guru TIK, saat ini memang masih beragam di tiap kab/kota namun seyogyanya memenuhi kualifikasi akademis DIV / S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu-nya dan memiliki akta mengajar, sementara program studi yang bersentuhan dengan TIK ini antara lain Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Pendidikan Ilmu Komputer, alangkah bijaknya pemerintah sebagai regulator untuk tanggap dalam mengakomodasi lulusan program studi tersebut agar ketersediaan guru TIK yang berkompeten dapat terpenuhi, sehingga tujuan dari mata pelajaran TIK akan tercapai secara optimal. Ungkap Firman , mengakhiri materi pada kegiatan kuliah umum yang diikuti oleh ratusan mahasiswa UPI Bandung tersebut.

“Tanpa bekal base knowledge dan experience yang cukup, guru TIK akan sulit untuk mengajarkan materi TIK secara optimal. Kegiatan seperti olimpiade komputer juga membutuhkan penguasaan materi yang mendalam dari guru pembimbing. Apalagi dengan diterapkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) , beberapa sekolah, terutama di kota besar menerapkan standar kompetensi yang lebih tinggi. Dibutuhkan guru TIK yang mendapat pendidikan formal ilmu pendidikan sekaligus ilmu teknologi informasi. “Untuk mengantisipasi hal ini, UPI sejak 2005 telah membuka Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer yang menghasilkan sarjana pendidikan dengan akta IV dan telah menghasilkan lulusan pertamanya tahun ini” Ungkap Ketua Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer UPI, Yudi Wibisono dalam sambutannya.

(tulisan ini telah di publikasikan di Majalah Pendidikan Suara Daerah edisi 463 tahun 2010)

Ilmu Komputer dan TI 80% Pakai Matematika

January 25, 2010 Artikel No Comments

BANDUNG, (PR).-
Hampir 80 persen kurikulum dan teori yang digunakan dalam ilmu komputer dan teknologi informasi merupakan ilmu matematika murni. Sayangnya, banyak yang beranggapan mempelajari berbagai teori matematika murni, tidak jelas kegunaannya.

“Matematika adalah raja dan ratunya ilmu. Secara umum, matematika mendasari lahirnya ilmu komputer, teknologi informasi, dan komputer. Software dan hardware yang dikembangkan oleh manusia juga menerapkan ilmu matematika. Contohnya prosesor yang di dalamnya menggunakan operasi matematika untuk menerjemahkan perintah dari user,” kata Direktur Direktorat Teknik Informatika dan Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Munir saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa program studi matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Bandung (Unisba), Selasa (8/12), di Gedung Pascasarjana Unisba Jln. Purnawarman Bandung.

Menurut Munir, kontribusi dan peranan ilmu matematika ke depan akan terus berkembang pesat. Terlebih di era informasi yang terjadi saat ini. “Sekarang ini matematika makin banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Mulai dari industri, asuransi, keuangan, pertanian, dan banyak juga digunakan di bidang sosial maupun teknik. Ke depan terutama, akan sangat berperan dalam menganalisis dan menginterpretasikan data dari pengamatan untuk diolah menjadi informasi yang berguna bagi para pengambil kebijakan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Munir, di tahun-tahun mendatang akan sangat banyak dibutuhkan sarjana matematika. Tentunya yang terampil, andal, kompeten, serta berwawasan luas dalam disiplin ilmu yang lain. “Bukan hanya jadi guru dan dosen. Justru matematikawanlah yang akan banyak berperan. Sekarang kita malah terlena dengan matematika terapan yang bersifat aplikatif, sementara matematika murni ditinggalkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Matematika FMIPA Unisba Gani Gunawan mengatakan, minat mahasiswa untuk menekuni matematika murni memang sangat minim. (A-157)***

Halaman 5 dari 6« Awal...«23456»

Cari di Situs Ini:

Press75.com Press75.com Press75.com Press75.com

Artikel Terkini

Selamat Datang

January 25, 2010

Selamat Datang di website resmi MGMP TIK Bandung, musyawarah guru mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi ini diharapkan menjadi pioneer dalam pembelajaran berbasis internet dan mampu mendesiminasikan kemampuan IT nya kepada guru lainnya, sehingga di harapkan media website www.mgmptik.info ini menjadi tools strategis dalam membangun diskusi online dan membangun literasi informasi baik bagi guru tik [...]

TIK sebagai Bagian Budaya Para Pendidik

January 25, 2010

Yogyakarta, Rabu (9 Desember 2009) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah memasukkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam salah satu program prioritasnya. TIK dianggap memiliki peran besar dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. TIK memungkinkan terjadinya proses belajar efektif, menyediakan akses pendidikan untuk semua, memfasilitasi terjadinya proses belajar kapan saja dan [...]

Profesi Guru TIK dan Pengembangan TIK di Dunia Pendidikan

January 25, 2010

Memasuki abad ke-21, bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa material mikroelektronika. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi [...]

Komentar Terakhir:

  • admin: Udah....
  • Kelvin Valensius: hasil y kpan kluar ?...
  • admin: Ya biasa, menyiapkan materi, lalu mengajar lagi secara dadakan ke para siswa peserta olimpiade, lalu menyiapkan konsumsi dan persiapan siswa kita untu...
  • Mulki: Maksud dari menindak lanjutinya gimana?...
  • admin: Kabar dari Dinas sekitar tanggal 6, tapi kita lihat saja nanti....