Home » Artikel » Recent Articles:

Ilmu Komputer dan TI 80% Pakai Matematika

January 25, 2010 Artikel No Comments

BANDUNG, (PR).-
Hampir 80 persen kurikulum dan teori yang digunakan dalam ilmu komputer dan teknologi informasi merupakan ilmu matematika murni. Sayangnya, banyak yang beranggapan mempelajari berbagai teori matematika murni, tidak jelas kegunaannya.

“Matematika adalah raja dan ratunya ilmu. Secara umum, matematika mendasari lahirnya ilmu komputer, teknologi informasi, dan komputer. Software dan hardware yang dikembangkan oleh manusia juga menerapkan ilmu matematika. Contohnya prosesor yang di dalamnya menggunakan operasi matematika untuk menerjemahkan perintah dari user,” kata Direktur Direktorat Teknik Informatika dan Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Munir saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa program studi matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Bandung (Unisba), Selasa (8/12), di Gedung Pascasarjana Unisba Jln. Purnawarman Bandung.

Menurut Munir, kontribusi dan peranan ilmu matematika ke depan akan terus berkembang pesat. Terlebih di era informasi yang terjadi saat ini. “Sekarang ini matematika makin banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Mulai dari industri, asuransi, keuangan, pertanian, dan banyak juga digunakan di bidang sosial maupun teknik. Ke depan terutama, akan sangat berperan dalam menganalisis dan menginterpretasikan data dari pengamatan untuk diolah menjadi informasi yang berguna bagi para pengambil kebijakan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Munir, di tahun-tahun mendatang akan sangat banyak dibutuhkan sarjana matematika. Tentunya yang terampil, andal, kompeten, serta berwawasan luas dalam disiplin ilmu yang lain. “Bukan hanya jadi guru dan dosen. Justru matematikawanlah yang akan banyak berperan. Sekarang kita malah terlena dengan matematika terapan yang bersifat aplikatif, sementara matematika murni ditinggalkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Matematika FMIPA Unisba Gani Gunawan mengatakan, minat mahasiswa untuk menekuni matematika murni memang sangat minim. (A-157)***

FKGH Menyayangkan Pernyataan Guru Besar UI

January 25, 2010 Artikel No Comments

BANDUNG, (PR).-
Forum Komunikasi Guru Honorer Kota Bandung menyayangkan pernyataan Guru Besar Universitas Indonesia yang menganggap tenaga honorer tidak kompeten. Ketua FKGH Kota Bandung Tia Irawan mengatakan, pernyataan tersebut tidak berdasar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Sejak zaman dulu pengangkatan guru selalu berawal dari tenaga honorer. Artinya, yang menghasilkan orang-orang berhasil saat ini adalah para guru honorer. Hanya, sejak 2005 pengangkatan tidak lagi otomatis dari honorer,” kata Tia, Jumat (20/11).

Perrnyataan guru besar UI tersebut, kata Tia membuat kecewa dan meresahkan kalangan guru honorer. Hal ini dianggap memperkeruh suasana di tengah perjuangan guru-guru honorer untuk bisa diangkat menjadi CPNS. “Menganggap honorer belum tentu berpengalaman meski sudah mengabdi bertahun-tahun adalah salah besar. Selama belasan tahun kami mengabdi sebagai guru berarti kami telah berpengalaman mendidik anak-anak. Tujuan untuk mencari pengalaman,” katanya.

Tia menyebutkan, khusus untuk guru, idealnya pengangkatan untuk menjadi CPNS justru berasal dari honorer. Selain memiliki latar belakang ilmu, honorer juga lebih matang dalam mentransfer ilmu kepada siswa. “Ada proses pematangan. Seorang guru bukan hanya dituntut bisa menguasai materi tetapi juga mampu menyampaikan dengan baik kepada siswa,” tuturnya.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah Ketua Asosiasi Guru Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi PGRI Jawa Barat Firman Oktora mengatakan, asumsi second class dalam struktur birokrasi terjadi karena proses rekrutmen yang tidak kompetitif. Harus diakui juga jika honorer tidak jelas proses rekrutmennya. “Sehingga kualifikasi akademis dan kompetensinya juga belum tentu sesuai.Belum lagi kebanyakan tenaga honorer masuknya terselubung dan tidak terbuka ke publik,” katanya Lebih baik, kata Firman, bersaing sehat secara terbuka pada proses penerimaan CPNS. (A-157)***

Aneh, Rekrutmen CPNS Guru TIK Bukan Sarjana Ilmu Komputer

January 25, 2010 Artikel No Comments

GARDUJATI,(GM)-
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) Kota Bandung prihatin atas formasi calon pengawai negeri sipil (CPNS) TIK, yang tak sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Akibatnya, ratusan guru honorer TIK tidak bisa mengikuti testing CPNS 2009.

“MGMP sangat senang akhirnya formasi CPNS untuk guru TIK Kota Bandung keluar. Tapi kami prihatin karena tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan para guru TIK,” ujar Sekretaris MGMP TIK Kota Bandung, Alan Ridwan Maulana di SMA 4 Bandung, Jln. Gardudjati, Rabu (4/11).

Formasi TIK 2009, lanjutnya, untuk SMP sebanyak 7 orang, SMA 5 orang, dan SMK 5 orang. Namun formasi tersebut berbenturan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Karena dalam formasi CPNS 2009, kualifikasi pendidikan yang diperlukan untuk guru TIK, yakni sarjana kurikulum dan teknologi pendidikan.

“Hampir semua guru TIK tidak ada yang memiliki kualifikasi pendidikan yang berasal dari sarjana kurikulum dan teknologi pendidikan,” ujar Sekretaris MGMP TIK tingkat SMA ini.

Menurutnya, guru honorer TIK mayoritas memiliki latar belakang pendidikan dari sistem informasi, teknik informatika, dan ilmu komputer. Sementara kualifikasi pendidikan yang diperlukan untuk guru TIK, yakni sarjana kurikulum dan teknologi pendidikan. Dengan adanya benturan formasi dengan kenyataan di lapangan ini, ratusan guru honorer tidak bisa mengikuti testing CPNS 2009.

“Kami enggak bisa testing, karena kualifikasi pendidikannya berbeda. Padahal formasi guru TIK ini di Kota Bandung baru ada tahun ini,” tandasnya.

Lebih baik, kata Alan, kualifikasi pendidikan untuk guru TIK bersifat terbuka dari jurusan mana saja dan telah memiliki akta IV. “Lebih baik open saja agar guru honorer bisa bersaing dengan siapa saja, itu lebih memberikan peluang daripada seperti ini, tertutup sama sekali,” ungkapnya.

Meski tertutup, namun salah satu guru honorer TIK di SMA 4, Chandra, mengaku tetap bersemangat mentransfer ilmu yang dimilikinya pada para siswa. “Sabar dan tetap mengajar, dan akan berjuang kuat melalui jalur lain. Karena saya senang dengan anak-anak, dalam arti suasana saat memberikan ilmu pada mereka,” tandasnya.

Hal serupa diungkapkan Rizky, dirinya akan menjalani dulu profesinya sebagai guru honorer TIK, meski kesempatan menjadi PNS tahun ini tertutup. Karena setelah lima tahun lebih mengajar, ia telah mendapatkan feel sebagai pendidik yang bisa berbagi ilmu dengan anak didiknya. (B.95)**

Halaman 2 dari 3«123»

Cari di Situs Ini:

Press75.com Press75.com Press75.com Press75.com

Artikel Terkini

Selamat Datang

January 25, 2010

Selamat Datang di website resmi MGMP TIK Bandung, musyawarah guru mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi ini diharapkan menjadi pioneer dalam pembelajaran berbasis internet dan mampu mendesiminasikan kemampuan IT nya kepada guru lainnya, sehingga di harapkan media website www.mgmptik.info ini menjadi tools strategis dalam membangun diskusi online dan membangun literasi informasi baik bagi guru tik [...]

TIK sebagai Bagian Budaya Para Pendidik

January 25, 2010

Yogyakarta, Rabu (9 Desember 2009) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah memasukkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam salah satu program prioritasnya. TIK dianggap memiliki peran besar dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. TIK memungkinkan terjadinya proses belajar efektif, menyediakan akses pendidikan untuk semua, memfasilitasi terjadinya proses belajar kapan saja dan [...]

Profesi Guru TIK dan Pengembangan TIK di Dunia Pendidikan

January 25, 2010

Memasuki abad ke-21, bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa material mikroelektronika. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi [...]

Komentar Terakhir:

  • admin: Udah....
  • Kelvin Valensius: hasil y kpan kluar ?...
  • admin: Ya biasa, menyiapkan materi, lalu mengajar lagi secara dadakan ke para siswa peserta olimpiade, lalu menyiapkan konsumsi dan persiapan siswa kita untu...
  • Mulki: Maksud dari menindak lanjutinya gimana?...
  • admin: Kabar dari Dinas sekitar tanggal 6, tapi kita lihat saja nanti....