Home » Artikel » Sedang Membaca:

Profesi Guru TIK dan Pengembangan TIK di Dunia Pendidikan

January 25, 2010 Artikel 7 Comments

Memasuki abad ke-21, bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa material mikroelektronika. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan tersebut. Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan, dipraktikkan dan dikuasai peserta didik sedini mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan global yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Hasil-hasil teknologi informasi dan komunikasi banyak membantu manusia untuk dapat belajar secara cepat. “Dengan demikian selain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja” hal tersebut disampaikan oleh Firman Oktora, sebagai narasumber pada kegiatan Kuliah Umum “Profesi Guru TIK dan Peranannya dalam Pengembangan TIK di Dunia Pendidikan” di Audiotorium FPMIPA UPI Bandung, Rabu 2 Desember 2009.

Materi TIK di tingkat sekolah seyogyanya tidak memaksakan untuk mencetak siswa menjadi seorang yang berprofesi bidang TIK, karena memang di tingkat sekolah bidang minat siswa masih heterogen, oleh karena itu sebagai mata pelajaran wajib, Materi TIK lebih ke arah melatih siswa untuk Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Tapi kalau pun ada siswa yang bidang minat dan kemampuannya dibidang TIK, maka bisa diakomodasi oleh program Pengembangan Diri, yaitu melalui Ekstrakurikuler atau Klub Siswa IT yang juga tetap di bimbing oleh Guru TIK itu sendiri, ungkap Firman Oktora yang juga Ketua Asosiasi Guru Mata Pelajaran (AGMP) TIK Jawa Barat.

Sementara ini realita yang terjadi banyak guru teknologi informasi dan komunikasi yang diisi oleh guru mata pelajaran lain (mismatch) dan atau oleh praktisi teknologi informasi dan komunikasi yang belum dibekali ilmu kependidikan. Mengenai penetapan persyaratan kualifikasi akademis untuk guru TIK, saat ini memang masih beragam di tiap kab/kota namun seyogyanya memenuhi kualifikasi akademis DIV / S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu-nya dan memiliki akta mengajar, sementara program studi yang bersentuhan dengan TIK ini antara lain Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Pendidikan Ilmu Komputer, alangkah bijaknya pemerintah sebagai regulator untuk tanggap dalam mengakomodasi lulusan program studi tersebut agar ketersediaan guru TIK yang berkompeten dapat terpenuhi, sehingga tujuan dari mata pelajaran TIK akan tercapai secara optimal. Ungkap Firman , mengakhiri materi pada kegiatan kuliah umum yang diikuti oleh ratusan mahasiswa UPI Bandung tersebut.

“Tanpa bekal base knowledge dan experience yang cukup, guru TIK akan sulit untuk mengajarkan materi TIK secara optimal. Kegiatan seperti olimpiade komputer juga membutuhkan penguasaan materi yang mendalam dari guru pembimbing. Apalagi dengan diterapkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) , beberapa sekolah, terutama di kota besar menerapkan standar kompetensi yang lebih tinggi. Dibutuhkan guru TIK yang mendapat pendidikan formal ilmu pendidikan sekaligus ilmu teknologi informasi. “Untuk mengantisipasi hal ini, UPI sejak 2005 telah membuka Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer yang menghasilkan sarjana pendidikan dengan akta IV dan telah menghasilkan lulusan pertamanya tahun ini” Ungkap Ketua Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer UPI, Yudi Wibisono dalam sambutannya.

(tulisan ini telah di publikasikan di Majalah Pendidikan Suara Daerah edisi 463 tahun 2010)

Currently there are "7 comments" on this Article:

  1. R.Zulkifli says:

    Alhamdullilah..Selamat Atas Peluncuran Website MGMP TIK Kota Bandung, Kepada teman2 seperjuangan, kami ikut bergabung di MGMP TIK, kami dari SMA Pasundan 1 Bandung, ditunggu informasinya dari Bpk/Ibu pengurus MGMP. Wassalam (R.Zulkifli -Guru TIK Hp08157042628 atau FB : yandazoel

  2. hardy says:

    sangat disayangkan telah banyak guru yang bukan bidang studi mengajar TIK disekolah-sekolah (yang telah menguasai bidang TIK) tetapi tidak dapat mengembangkan ilmunya karena tidak sesuai dengan bidang ilmu yang diperoleh dari pendidikannya contohnya guru bidang studi Bahasa tetapi tidak dapat mengajar TIK karena tidak sesuai dengan bidang ilmunya. terima kasih

    • admin says:

      Memang sangat disayangkan, tetapi seyogyanya itu tidak boleh dijadikan hambatan. Dengan MGMP, setiap pengajar dapat mengupgrade ilmunya, baik melalui komunitas, maupun melalui pelatihan-pelatihan lewat MGMP.

  3. Kini Data SchoolNet 25.580 Sekolah Tahun 2009 yang telah dilengkapi Peta SchoolNet Per-Provinsi dan Rekapitulasi Per-Kabupaten/ Kota mutakhir dapat diunduh dari laman: http://jardiknas. depdiknas. go.id/ > Zona > Zona Sekolah > Data SchoolNet. Jika ditemukan adanya perbedaan antara data dengan status/kondisi di lapangan, maka Bapak/Ibu/Saudara dipersilakan melaporkan hal tersebut langsung ke Helpdesk Jardiknas 500-005 atau e-mail ke: helpdesk@pustekkom. depdiknas. go.id dengan menyebutkan: nama sekolah, nomor telepon tumpangan, nomor Speedy, dan nama kontak person-nya.
    Terima kasih

  4. yurita putri apriantini says:

    Aslmkm…

    Berdasarkan artikel Profesi Guru TIK dan Pengembangan TIK di Dunia Pendidikan
    Saya rasa memang diperlukan materi pembelajaran yang membuat para siswa lebih kreatif, kritis, apresiatif dan mandiri.
    Apalagi hingga dapat membuat kreasi sendiri yang memberikan keuntungn positif…

    Nah.. oleh karena itu, saya memiliki gagasan bagaimana dibuat buku ringkasan/buku saku/buku sakti/rangkuman yang praktis dan berbeda hingga siswa belajar TIK begitu menyenangkan…

    TIM MGMP TIK jika gemar menulis dan memiliki ide hebat mengenai buku penunjang pelajran khususnya TIK hubungi kaifa@mizan.com or email saya

    salam
    Yurita

  5. Teny Fauzia says:

    Ass. salam buat semua guru TIK terutama pengurus MGMP TIK…mengenai latar belakang pendidikan guru IT alhamdulillah saya lulusan Tek Informatika D3 UNPAD, tapi akta mengajar belum punya dan di UT (univ Terbuka) sudah ditutup sehingga saya ambil S1 Kependidikan Fisika..gmn nih??? sekarang sudah sem 4…Oh iya..insyaAllah saya ikut riweuh di MGMP TIK..kabarnya yah..Hp081 395 371 909..ditunggu.
    Wass.

    • admin says:

      Apapun latar belakang pendidikan, yang penting kompetensi kita dalam mengajar tidak diragukan. Selama transfer ilmu berjalan dengan baik dan dengan semestinya. Jangan jadikan anak didik sebagai korban, tul gak?
      OK, acara berikutnya, nanti dikabari.

Cari di Situs Ini:

Press75.com Press75.com Press75.com Press75.com

Komentar Pada Artikel Ini:







Artikel Sejenis:

TIK sebagai Bagian Budaya Para Pendidik

January 25, 2010

Yogyakarta, Rabu (9 Desember 2009) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah memasukkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam salah satu program prioritasnya. TIK dianggap memiliki peran besar dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. TIK memungkinkan terjadinya proses belajar efektif, menyediakan akses pendidikan untuk semua, memfasilitasi terjadinya proses belajar kapan saja dan [...]

Tenaker TIK Didominasi Tenaga Ahli Luar Negeri

January 25, 2010

BANDUNG, (PR).-
Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat di Indonesia masih belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Hingga saat ini, tenaga kerja di bidang TIK tanah air masih didominasi oleh ahli dari luar negeri.
Rektor Institut Teknologi (IT) Telkom Husni Amani mengatakan, konvergensi global membuat hampir seluruh bidang memerlukan TIK [...]