Aneh, Rekrutmen CPNS Guru TIK Bukan Sarjana Ilmu Komputer
GARDUJATI,(GM)-
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) Kota Bandung prihatin atas formasi calon pengawai negeri sipil (CPNS) TIK, yang tak sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Akibatnya, ratusan guru honorer TIK tidak bisa mengikuti testing CPNS 2009.
“MGMP sangat senang akhirnya formasi CPNS untuk guru TIK Kota Bandung keluar. Tapi kami prihatin karena tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan para guru TIK,” ujar Sekretaris MGMP TIK Kota Bandung, Alan Ridwan Maulana di SMA 4 Bandung, Jln. Gardudjati, Rabu (4/11).
Formasi TIK 2009, lanjutnya, untuk SMP sebanyak 7 orang, SMA 5 orang, dan SMK 5 orang. Namun formasi tersebut berbenturan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Karena dalam formasi CPNS 2009, kualifikasi pendidikan yang diperlukan untuk guru TIK, yakni sarjana kurikulum dan teknologi pendidikan.
“Hampir semua guru TIK tidak ada yang memiliki kualifikasi pendidikan yang berasal dari sarjana kurikulum dan teknologi pendidikan,” ujar Sekretaris MGMP TIK tingkat SMA ini.
Menurutnya, guru honorer TIK mayoritas memiliki latar belakang pendidikan dari sistem informasi, teknik informatika, dan ilmu komputer. Sementara kualifikasi pendidikan yang diperlukan untuk guru TIK, yakni sarjana kurikulum dan teknologi pendidikan. Dengan adanya benturan formasi dengan kenyataan di lapangan ini, ratusan guru honorer tidak bisa mengikuti testing CPNS 2009.
“Kami enggak bisa testing, karena kualifikasi pendidikannya berbeda. Padahal formasi guru TIK ini di Kota Bandung baru ada tahun ini,” tandasnya.
Lebih baik, kata Alan, kualifikasi pendidikan untuk guru TIK bersifat terbuka dari jurusan mana saja dan telah memiliki akta IV. “Lebih baik open saja agar guru honorer bisa bersaing dengan siapa saja, itu lebih memberikan peluang daripada seperti ini, tertutup sama sekali,” ungkapnya.
Meski tertutup, namun salah satu guru honorer TIK di SMA 4, Chandra, mengaku tetap bersemangat mentransfer ilmu yang dimilikinya pada para siswa. “Sabar dan tetap mengajar, dan akan berjuang kuat melalui jalur lain. Karena saya senang dengan anak-anak, dalam arti suasana saat memberikan ilmu pada mereka,” tandasnya.
Hal serupa diungkapkan Rizky, dirinya akan menjalani dulu profesinya sebagai guru honorer TIK, meski kesempatan menjadi PNS tahun ini tertutup. Karena setelah lima tahun lebih mengajar, ia telah mendapatkan feel sebagai pendidik yang bisa berbagi ilmu dengan anak didiknya. (B.95)**

